Alasan Presiden Jokowi Menunjuk 8 Perempuan dalam Kabinet Kerja

(Foto : fakta.news)

INFONAWACITA – Setelah 4 (empat) tahun memimpin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka alasan mengapa dirinya menunjuk 8 (delapan) perempuan dalam Kabinet Kerja yang dipimpinnya, yang merupakan terbanyak dalam sejarah karena kebiasaan pemerintahan sebelumnya rata-rata hanya ada 3-4 perempuan dalam kabinetnya.

“Karena saya yakin kehebatan perempuan, saya juga meyakini ketelitian, ketangguhan dan kesiapan dalam bekerja,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka Kongres XX Tahun 2018 Wanita Katolik Indonesia (WKRI), di Magnolia Grand Ballroom Hotel Grand Mercure, Superblok Mega Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/18) seperti dilansir dari setkab.go.id.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam acara ini antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Bapak Mgr Ignatius Suharyo, para pastur, para romo, dan seluruh jajaran pengurus KWI.

Kedelapan menteri perempuan yang diangkat dalam kabinet kerja adalah: 1. Puan Maharani (Menko Kesra); 2. Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan); 3. Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan); 4. Nila F. Moeloek (Menteri Kesehatan); 5. Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perempuan); 6. Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri); 7. Khofifah Indar Parawansa (Eks Menteri Sosial); dan 8. Menteri BUMN Rini Soemarno.

Menurut Presiden, dari kedelapan menteri perempuan itu, ada yang halus seperti Ibu Yohana (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), dan Ibu Nila Moeloek (Menteri Kesehatan). Tapi ada yang galak juga, yaitu Ibu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan).

Untuk itu, Presiden banyak berharap terhadap peran organisasi perempuan dalam membangun negara ini, dalam membangun Indonesia, termasuk di dalamnya peran besar dari Wanita Katolik Republik Indonesia.

Negara Besar

Presiden menjelaskan, Indonesia adalah negara besar sekali yang diberi anugerah Tuhan keberagaman. Ia menyebutkan, ada 714 suku, jauh berbeda dengan Singapura yang hanya memiliki 4 suku, dan Afghanistan yang hanya memiliki 7 suku.

“Inilah yang patut kita syukuri dan harus kita pelihara, harus kita rawat persatuan kita, persaudaraan kita, kerukunan kita. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, adalah kerukunan, adalah persaudaraan,” tegas Presiden Jokowi.

Tapi yang sering terjadi, menurut Presiden, karena pilihan bupati, wali kota, pilihan gubernur, pilihan presidenkadang-kadang kita ini menjadi kelihatan terpecah-pecah.

“Saya ingin agar ini disampaikan, jangan sampai karena pesta demokrasi setiap 5 tahun, bukan hanya 2019 saja, setiap 5 tahun Pilkada ada, Pilpres ada, terus kita terpecah-pecah,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden menuturkan, silakan misalnya ada pilihan bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, atau pilihan presiden, pilih saja yang paling baik. “Tentu saja perlu kita lihat rekam jejak, track record, prestasinya apa dilihat, atau dalam debat adu kontestasi, adu program, adu ide, adu gagasan, itu yang dilihat,” ujarnya.

Artikel Asli

News Feed