Diguyur Dana Rp 202 Triliun di Ajang IMF-World Bank, Apa Untungnya Bagi Rakyat Indonesia?

Baru-baru ini, Indonesia mendapatkan investasi sebesar US$ 13,6 miliar atau setara Rp 202 triliun yang dilakukan sejumlah BUMN dalam rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali. Dilansir dari cnnindonesia.com, ada total ada 14 BUMN yang meneken kerjasama investasi atau pembiayaan dengan lembaga keuangan dunia tersebut.

Indonesia yang masih belum lepas dari pengaruh pelemahan nilai rupiah terhadap dollar AS, tentu mendapatkan kesempatan emas untuk membenahi perekonomian negara lewat kinerja bisnis BUMN. Tentu saja, ini menjadi kabar bagus sekaligus angin segar bagi Indonesia. Jika melihat besarnya investasi yang didapatkan, apa untungnya bagi masyarakat.

Menggenjot kinerja perekonomian dari sektor yang strategis

Militer menjadi salah satu sektor strategis negara yang perlu dikembangkan [sumber gambar]

Dengan bermodal dana Rp 202 triliun tersebut, Indonesia berkesempatan untuk membangun sejumlah infrastruktur penunjang di berbagai sektor. Dilansir dari ekonomi.kompas.com, beberapa sektor strategis tersebut adalah pembangunan pabrik amunisi oleh PT Pindad di Malang, Jawa Timur, dengan investornya dari Waterbury Farrel, pendirian infrastruktur pariwisata Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan kerjasama PLN dengan investornya dari Jerman, AMW, untuk geothermal powerplant di NTT. Kesemuanya adalah jenis industri strategis yang bisa menjaga keseimbangan moneter bangsa.

Membuka kesempatan dan lapangan kerja seluas-luasnya

Bakal membuka peluang lapangan pekerjaan [sumber gambar]

Uang yang melimpah, tentu membuat BUMN bisa bergerak lincah dalam menangkap peluang bisnis yang ada. Nantimya, diharapkan hal tersebut dibarengi kerjasama dengan perusahaan swasta. Di mana akan ada banyak lapangan kerja dan tenaga profesional baru yang bakal dibutuhkan. Selain memajukan usaha dan kegiatan ekonomi negara, BUMN juga bisa membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran. Menurut data statistik yang dilansir dari bps.go.id pada 2017, tingkat pendidikan SMA sebesar 21, 13 juta, SMK sebesar 12,59 juta orang, Sarjana S1 sebesar 11,32 juta dan Diploma I/II/III 3,28 juta.

Sebagai pijakan menuju Indonesia dengan pembangunan yang merata

Pembangunan infrastruktur yang merata diharapkan tersebar di wilayah Indonesia [sumber gambar]

Selama ini, polemik pembangunan yang tidak merata kerap menjadi masalah bagi mayarakat Indonesia. Khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah pelosok. Dilansir dari cnnindonesia.com, Kredit investasi senilai US$523 juta dari Bank Mega kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk pembangunan ruas tol Pekanbaru – Dumai, juga menjadi salah satu contoh pembangunan infrastruktur dalam negeri yang tidak terpusat hanya di Pulau Jawa saja. Selain itu, investor Arab Saudi juga menanamkan investasi mereka untuk membiayai proyek infrastruktur di Indonesia senilai US$100 juta atau setara Rp1,5 triliun.

Meningkatkan kepercayaan diri Indonesia untuk gaet nilai investasi yang lebih besar

Ajang yang diharapkan dapa menggaet investor lebih banyak lagi [sumber gambar]

Dengan turunnya dana Rp 202 triliun pada BUMN Indonesia, hal ini juga bisa menjadi sebuah prestasi tersendiri di tengah masalah pelemahan nilai rupiah terhadap dollar AS. Dilansir dari cnnindonesia.com, Organisation for moneter IMFEconomic Co-Operation and Development (OCED) menyatakan ekonomi Indonesia masih tumbuh dengan baik. Menurut perkiraan mereka, tingkat moneter Indonesia akan berjalan pada kisaran 5,2 persen dan 5,3 persen pada 2019 mendatang. Alhasil, hal ini bisa menjadi portfolio yang bagus untuk menggaet investor baru untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Tantangan dan hambatan yang harus segera diatasi oleh pemerintah Indonesia

Butuh tenaga profesiona yang handal dan kompetitifl [sumber gambar]

Agar dana yang mengucur pada BUMN di atas berjalan maksimal, perlu adanya pembenahan tertentu agar penggunaanya berjalan maksimal. Menurut saya, kualitas SDM dan sarana penunjang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia. Agar proses pembangunan dapat berjalan beriringan, tentu dibutuhkan tenaga handal yang profesional dan sarana untuk menunjang pekerjaan mereka.

Diharapkan, investasi kepada BUMN ini juga bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara. Tak hanya mengatasi masalah sosial seperti pengangguran, pembangunan yang tidak merata dan lainnya, tapi juga menciptakan peluang baru yang bisa dimanfaatkan demi kepentingan bangsa. Jangan lupa, perilaku korupsi juga wajib diwaspadai agar tidak terjadi pada BUMN yang menerima kucuran dana tersebut.

Artikel Asli

News Feed